Hapus

Apa Saja Yang Dihapus:

Kelas :

a. 6 SD

Kegiatan :

  1. MOS/MPLS
  2. OSPEK
  3. Pemaksaan Eskul

Jenis Evaluasi :

  1. Ulangan harian
  2. Ujian Sekolah
  3. Ulangan tengah Semester/penilaian tengah Semester
  4. Ulangan akhir semester/penilaian akhir semester
  5. Ujian Nasional

Hasil :

  1. Nilai
  2. Rangking

Alasan

Ujian/Ulangan

Alasan tidak perlu ujian/ulangan : 0. Karena kiblat pendidikan dunia adalah negara Skandinavia, disana tidak ada ujian/ulangan 1. Ribet : 1. buat soal nya 2. buat kunci jawaban nya 3. Mengawasi murid agar tidak contekan 4. evaluasi hasil kerjaan 5. hitung nilai 6. Memasukkan nilai 7. Menulis raport 2. Buang - Buang waktu 3. Buang - buang uang 4. Buang - buang tenaga 5. Jika hasil nilai buruk --> di marahi orang tua --> di banding - banding kan --> insecure --> Cemas --> Kurang makan --> Bisa Sakit [Hanya karena ulangan/ujian bisa buat siswa sakit] 6. Sudah Tidak relevan di masa depan 7. Di masa depan tidak ada ujian/ulangan 8. Tidak perlu rangking kelas --> Hanya buat iri --> insecure

Solusi ujian/ulangan dengan tujuan tes kemampuan siswa : 1. Tes Bakat & minat 2. Kegiatan kuis 3. Kegiatan permainan 4. Kegiatan pertanyaan dapat hadiah : a. Jika benar dapat keluar kelas b. Jika benar dapat pulang c. Jika benar dapat snack 5. Survey kepada murid/tenaga pendidik/orang tua untuk menilai: a. Masing - masing murid b. sekolah c. orang tua d. tenaga pendidik e. Kurikulum/Sistem Pendidikan 6. Assesmen kepada murid/tenaga pendidik/orang tua untuk menilai: a. Masing - masing murid b. sekolah c. orang tua d. tenaga pendidik e. Kurikulum/Sistem Pendidikan
7. Tes IQ 8. Kegiatan diskusi

Kelas 6 SD

Alasan tidak perlu kelas 6 SD : 1. Terlalu banyak kelas 2. Bekas kelas 6 bisa dipakai sebagai kelas serbaguna 3. Menyesuaikan dengan hari efektif belajar dengan jumlah guru ( Guru Pendidikan Jasmani 1 minggu 5 hari) 4. Mengurangi beban tenaga pendidik 5. Mempermudah mengatur murid

PR

Alasan Tidak Perlu PR : 0. Karena kiblat pendidikan dunia adalah negara Skandinavia, disana tidak ada PR 1. Adalah cara mempersulit diri sendiri 2. Yang mengerjakan PR bukan murid sendiri...melainkan orang lain (orang tua, kakak, adik, saudara, sepupu, pacar) 3. PR sudah tidak relevan di masa depan 4. Jawaban bisa diperoleh di internet atau media sosial (google, brainly, bot ruang guru, chatgpt, bot telegram, qanda) [Kita ini belajar mengerjakan soal, bukan mendapat kan jawaban soal secara instan] 5. Ada aplikasi yang bisa mengerjakan PR (photomath, mathway) 6. Murid biasa nya berangkat pagi dengan tujuan untuk mencontek kerjaan teman nya 7. Murid bisa menggunakan jasa joki atau orang lain yang mengerjalan tugas 8. PR buat video? Sekarang ada teknologi DeepFake ( Orang lain membuat video dengan muka Anda ) 9. Terlalu banyak tugas di rumah --> Menambah beban murid --> murid bisa stress 10. Murid punya kehidupan lain ketika di rumah ( bekerja, les musik, ngisi hobi dll yang tidak pernah dipikirkan para tenaga pendidik ) 11. Memenuhi waktu luang murid --> murid tidak bisa ngisi hobi --> murid bisa stress

solusi pengganti PR :

a. tidak perlu beri PR b. Memberi tugas hanya saat KBM dan di selesaikan saat KBM c. Tidak boleh menyelesaikan tugas di rumah

ISTILAH

  • Tenaga pendidik =
  • KBM = Kegiatan belajar mengajar

0 | SUMBER

Jenis Soal https://dokumen.tips/amp/documents/macam-macam-bentuk-soal.html

Survey https://titiw.com/2021/10/27/8-hal-penting-yang-perlu-ditanyakan-saat-survey-sekolah-anak/